Berbagi Ilmu dan Pengalaman dalam Sharing Alumni

Jauh-jauh datang dari Zurich, Swiss, Derry Gomulya membagikan pengalamannya kepada almamaternya Program Studi Sarjana Manajemen UNPAR. Di tengah kesibukannya yang luar biasa, lulusan Manajemen UNPAR tahun 2002 ini masih menyempatkan diri datang ke Bandung untuk berbagi ilmu dan pengalaman kerjanya kepada mahasiswa-mahasiswa juniornya.

Dengan tajuk “Sharing Alumni Prodi Manajemen UNPAR”, acara ini digelar di Aula Fakultas Ekonomi Lantai 8 pada Rabu (15/8) kemarin. Derry Gomulya yang kini tinggal dan bekerja di Swiss adalah satu-satunya tamu yang diundang dalam acara tersebut. Dengan pengalaman kerja selama 15 tahun di perusahaan nasional dan multinasional, serta beberapa negara, ia tak segan-segan membagikan kisahnya sejak masa kuliah hingga bisa menduduki posisinya saat ini sebagai Senior Finance Manager Financial Planning and Analysis di Perusahaan Mondelēz International.

“Apa yang membedakan antara sekolah menengah atas dan universitas?”, tanya Derry untuk membuka acara. Selain subjek yang dipelajari dan sistem pembelajaran yang tentunya berbeda, poin utama yang ingin disampaikan Derry atas pertanyaan di awal adalah soal ekspektasi di universitas yang dianggap lebih tinggi yang menuntut mahasiswa punya mindset dan perilaku yang berbeda dibandingkan saat masih di sekolah menengah atas.

Pengetahuan memang penting untuk didapatkan di jenjang perkuliahan. Namun Derry menganggap itu bukanlah tujuan utama. Menurut pengalamannya, kegigihanlah yang dalam banyak kesempatan justru menjadi pembeda. Kemampuan diri untuk bisa menyelesaikan segala tugas meski sulit adalah poin penting yang ingin ia bagikan.

Derry juga mendorong para mahasiswa untuk banyak-banyak berorganisasi dan membangun jaringan di kampus. Saat di masa perkuliahan dulu, mendaki gunung adalah salah satu hal yang sangat ia gemari. Dari hobinya tersebut ia bisa belajar mengembangkan softskills tentang kesadaran diri, empati, dan hubungan sosial antar sesama. Tanpa disadari apa yang dipelajari di masa kuliah itu pun menjadi sangat berguna bagi Derry dalam bekerja dan mengembangkan karir.

Lalu apa yang harus dilakukan setelah lulus kuliah? Bagi Derry, pilihan sederhananya ada dua yaitu menjadi employee atau entrepreneur. Jika ingin menjadi employee, Derry membagikan lima skill teratas yang paling banyak dicari perusahaan pada mereka yang baru saja lulus kuliah. Kelima skill itu adalah leadership, kemampuan bekerja dalam tim, communication (written), kemampuan memecahkan masalah, dan etos kerja yang tinggi. Kemampuan berbahasa asing tentu juga sangat penting apabila ingin bekerja di perusahaan multinasional.

“Sharing Alumni Prodi Manajemen UNPAR” diikuti lebih dari 300 mahasiswa Fakultas Ekonomi UNPAR yang sebagian besar datang dari Prodi Manajemen. Acara ini dibagi dalam dua sesi; pagi dan siang. Dalam sesi pertama, peserta lebih banyak datang dari mahasiswa tingkat atas. Sementara di sesi kedua, sebagian besar pesertanya adalah mahasiswa baru yang masuk tahun 2018 ini. Mereka terlihat antusias mengikuti acara dan sesekali mengajukan pertanyaan.