Cerdas Ber-Konsumsi, Cermat Ber-Investasi

Pada hari Rabu, 13 Mei 2015, Program Studi Manajemen mengadakan Seminar Keuangan. Narasumber seminar kali ini adalah Prof. Dr. Ridwan S. Sundjaja, Drs., MSBA dan Dharma P. Sundjaja, SE., MFP. Acara yang digelar di Aula Gedung 9 (Fakultas Ekonomi) Universitas Katolik Parahyangan ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, orangtua mahasiswa, alumni, dosen dan karyawan Universitas Katolik Parahyangan.

Seminar kali ini diawali sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran beberapa video yang menceritakan tentang anak muda yang bergaya hidup mewah, tetapi tidak disesuaikan dengan kemampuannya. Tak jarang video tersebut mengundang gelak tawa dari peserta karena dikemas dengan lucu.

Di dalam pemaparannya, Dharma P. Sundjaja, SE., MFP mengenalkan kepada peserta mengenai neraca. Menurutnya, sebelum seseorang mengambil keputusan untuk berinvestasi, maka sebaiknya dibuat terlebih dahulu neraca agar seseorang mengerti bagaimana posisi keuangannya. Setelah posisi keuangannya sudah diketahui, maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengerti bagaimana kinerja keuangan dengan laporan penerimaan dan pengeluaran. Simulasi-simulasi keuangan dengan rumus di MS Excel yang disediakan membuat peserta terbantu memahami cara membuat neraca keuangan pribadi.

Prof. Dr. Ridwan S.Sundjaja,Drs.,MSBA menjelaskan mengenai pinjaman dan kartu kredit. Beliau mengungkapkan bahwa hal yang terpenting ketika seseorang meminjam uang di bank adalah kegunaannya. Apakah untuk sesuatu yang berguna atau hanya untuk menuruti gaya hidup konsumtifnya? Bila hanya untuk memenuhi keinginan, bukan kebutuhan, maka yang dituai bukanlah keuntungan melainkan bisa saja kebangkrutan. Beliau dalam penjelasannya selalu menekankan hidup hemat. Tidak membeli barang yang tidak dibutuhkan dan tidak terpengaruh dengan merk terkenal, melainkan membeli berdasarkan kesesuaiannya.

Selain kedua hal tersebut, beliau juga menjelaskan kepada para peserta bagaimana cara untuk memilih sebuah investasi. Beliau menganalogikan memilih-milih investasi itu seperti memilih pacar atau menantu. Seseorang harus cermat melihat terlebih dahulu bagaimana perusahaan yang menawarkan investasi tersebut. Penampilan luar, rayuan-rayuan mendapatkan keuntungan bombastis tidaklah menjamin investasi itu aman. Bila tidak hati-hati, uang akan hilang dan keuntungan tidak kunjung didapatkan. Semua tindakan dan investasi memiliki kadar risiko, tetapi menurutnya investasi yang paling aman sesungguhnya adalah investasi yang dikelola sendiri.

Selama dua jam acara tersebut berlangsung, peserta tampak antusias, terlihat dari pertanyaan dan jawaban yang disampaikan. Pada akhir acara diputarkan sebuah film pendek inspiratif Thailand. Prof. Ridwan memberikan sebuah quotes bahwa “seseorang memerlukan uang tetapi uang bukan segalanya dan tidak bisa menjadi ukuran kesuksesan seseorang”.

X