Leadership Camp 2017: Belajar Kepemimpinan dan Mengikat Kebersamaan

Peserta berdinamika kelompok dalam permainan "foot basket"Empat hari lamanya mahasiswa baru dari Program Studi Sarjana Manajemen FE    UNPAR mengikuti Leadership Camp 2017. Sebanyak 236 peserta yang merupakan angkatan 2017 tersebut belajar mengembangkan diri khususnya dalam hal kepemimpinan. Acara tahunan dari Prodi Manajemen yang biasa disingkat dengan LC ini adalah sebuah medan mengasah ketrampilan untuk menerapkan 7 Habits of Highly Effective People, teori kepemimpinan yang dikembangkan oleh penulis buku kenamaan Steven Covey. Metode Pembelajaran 4B dipilih sebagai dasar diselenggarakannya LC 2017. Metode ini memiliki 4 tahapan yaitu Bermain, Bergembira, Belajar, dan Berkembang.

Tahun ini Leadership Camp memilih Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi di Cicalengka, Jawa Barat, sebagai lokasi pelaksanaan acara. Dari tanggal 14 hingga 17 September 2017 mahasiswa baru Prodi Manajemen digembleng dengan materi-materi soal kepemimpinan dasar. Selain belajar dan berdinamika bersama, para peserta juga merasakan pengalaman tinggal bersama-sama dengan fasilitas terbatas. Setiap malam mereka tidur berkelompok dalam tenda-tenda kecil tanpa kasur empuk, tidak ada jaringan listrik dan sinyal telpon, serta keterbatasan lainnya.

Beberapa dosen Prodi Manajemen dan 31 mahasiswa senior ikut ambil peran dalam LC 2017. Mereka menjadi panitia dan mentor untuk peserta. Acara dirancang sedemikian rupa agar tujuannya benar-benar tercapai. Selain mengasah mental dan mengembangkan kepemimpinan diri, mahasiswa baru juga diharapkan punya ikatan yang kuat antar sesama mereka.

Dinamika kegiatan dalam LC ada yang ditujukan untuk tiap individu peserta dan ada pula yang harus dilakukan dalam kelompok. Dimulai dengan sesi Who Am I, dimana peserta diajak untuk mengenal diri secara umum dan paradigma hidupnya, khususnya paradigma diri. Lalu berlanjut dengan sesi Cooking Academy yang menekankan pada proses merumuskan visi/tujuan akhir, kerja sama dalam kelompok (berbagi tugas dan tanggung jawab), serta meningkatkan proaktif. Di malam kedua peserta menjalani Night Walk. Peserta LC diajak untuk trekking malam hari di jalur pendakian yang ada di kawasan Gunung Kareumbi. Awalnya peserta berjalan sendiri-sendiri dengan modal satu lilin. Di pertengahan trekking, mereka berjalan berkelompok dan hanya boleh menyalakan satu senter saja.

Sabtu, 16 September 2017 adalah hari yang difokuskan untuk Dinamika Kelompok. Semua mahasiswa baru dibagi dalam 12 kelompok dimana anggotanya adalah hasil oplosan dari ketujuh kelas yang ada di angkatan 2017. Dalam Dinamika Kelompok terdapat 7 pos yang harus dilalui oleh setiap kelompok. Dalam 1 pos terdapat 2 kelompok yang harus bersaing untuk menjadi pemenang dalam permainan yang ada di pos tersebut. Beberapa permainan yang ada dalam sesi ini adalah Panjang-panjangan, Voli Air, Foot Basket, dan Susur Sungai. Kegiatan ini menuntut kerja sama, kesatuan, dan sinergi dalam tim. Pada akhirnya seluruh peserta akan berdinamika bersama sebagai mahasiswa angkatan 2017. Tujuan akhir ditentukan; kepemimpinan ditantang; kerendahan hati diuji.

Malam harinya, panitia dan peserta bersama-sama duduk melingkar mengelilingi api unggun yang dibuat cukup besar. Masing-masing kelas lalu menampilkan pertunjukan yang sudah dipersiapkan beberapa jam sebelumnya. Ada yang menyanyi bersama, ada yang menampilkan drama musikal, dan lainnya. Meski tanpa persiapan yang panjang, penampilan dari masing-masing kelas ini berhasil mencairkan suasana. Malam itu makin hangat terasa. Senyum simpul dan gelak tawa banyak bermunculan dari panitia dan peserta.

Di hari terakhir, peserta LC 2017 diajak untuk Membuat Misi Kelompok. Dengan pendampingan dosen, para peserta berkumpul sesuai kelasnya dan merancang misi yang hendak dijalankan. Misi ini diharapkan tidak hanya menjadi wacana, namun benar-benar dilakukan. Karenanya, misi kelompok harus memenuhi beberapa kriteria seperti spesifik, terukur, attainable (dapat dicapai), relevan, dan time-bond (akan dicapai dalam waktu tertentu).

Dibuka secara resmi oleh Bapak Fernando Mulia selaku Ketua Panitia, Leadership Camp 2017 ditutup pula oleh beliau yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FE UNPAR. LC tahun ini nampaknya diapresiasi secara positif oleh peserta. Alvin Kurniawan dari Kelas F menyatakan bahwa Leadership Camp adalah acara yang bagus dan sangat membantu dalam proses pembelajaran 7 Habits of Highly Effective People. Ia juga berharap agar LC bisa menjadi acara tahunan terbaik dari Prodi Manajemen.

“Seru banget! Ngajarin banyak hal. Dan membuat semuanya dekat satu dengan yang lain, belajar untuk saling menjaga satu dengan yang lain, dan lebih peduli dengan sesama,” ujar Reyna Fitriadhianti dari Kelas C tentang kesannya atas LC 2017. Sementara Fachriza Dwikurnia Prahasta dari Kelas G menyatakan sedikit pesan. “Satu, kurang lama. Mungkin bisa dilamain sedikit. Yang kedua, agak sedikit kurang menantang. Kalau lebih menantang kan mungkin jadi bisa lebih keluar sifat asli dari kita seperti apa.”

Leadership Camp 2017 telah berakhir. Masing-masing individu yang terlibat di dalamnya mendapatkan kesan dan pengalaman tersendiri karenanya. Evaluasi, saran, dan pesan dari peserta juga panitia tentu bisa membuat acara tahunan ini semakin baik ke depannya.

  

X