Preparing Future Workforce using Experiential Learning Method

“Five years from now, over one-third of skills (35%) that are considered important in today’s workforce will have changed” -World Economic Forum-

Kita hidup dalam dunia yang berubah dengan sangat cepat. Perguruan tinggi menghadapi tantangan yang berat karena harus mempersiapkan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan yang mungkin hingga hari ini belum ditemukan. Benar adanya bahwa saat ini kita memasuki apa yang disebut dengan revolusi industri yang ke-4. World Economic Forum mengatakan bahwa industri revolusi yang ketiga mengubah cara kita hidup dengan menghadirkan teknologi komputer dan internet. Kemajuan teknologi mengakibatkan terciptanya kerjasama antara bidang-bidang seperti nanotechnology, 3D printing, mobile network, dan computing memungkinkan terciptanya realita yang dulunya tidak pernah terpikirkan.

Complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, dan coordinating with others adalah top 5 skills yang diperkirakan akan diperlukan untuk dapat berjaya di industri revolusi ke-4 ini. Bagaimana kita sebagai pendidikan tinggi bisa menjawab tantangan ini? Sistem pembelajaran yang lama, berpusat pada dosen sebagai pengajar, di mana mahasiswa mendengarkan dan dosen menjelaskan dapat dikatakan tidak lagi relevan. Pembelajaran yang hanya menjelaskan teori maupun membaca text book semata tidak akan mampu menjawab kebutuhan soft skill dari pekerjaan yang akan ada di masa depan.

Program studi Manajemen UNPAR menyadari betul hal itu, dan karenanya melalui hasil penelitian yang panjang mengenai metode pembelajaran yang efektif, melakukan satu pendekatan metode pembelajar unik untuk mengajarkan soft skills yang dibutuhkan untuk dapat mengatasi persaingan di dunia pekerjaan. Salah satu bentuknya adalah bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah keterampilan manajemen dan kewirausahaan untuk membuat sebuah pagelaran akbar yang bernama MENEFESTO.

Apa itu MENEFESTO?

MENEFESTO adalah acara gelar kreatifitas mahasiswa Manajemen Unpar. Acara ini adalah acara rutin yang diadakan setiap tahunnya dan tahun 2016 ini sudah mencapai penyelenggaraannya yang ke-8 kali.

Setiap kelas akan menampilkan kabaret yang akan dilombakan antar kelas. Keseluruhan acara tersebut diorganisir oleh mahasiswa kelas keterampilan manajemen. Mulai dari penampil dalam kabaret, lalu vendor-vendor serta yang ada pada acara tersebut, rundown acara, dan lain sebagainya.

Boone & Kurtz (2011) dalam bukunya yang berjudul “Contemporary Business” menjelaskan definisi manajemen adalah sebagai berikut: management is the process of achieving organizational objectives through people and other resources. Lebih lanjut lagi dijelaskan: the manager’s job is to combine human and technical resouces in the best way possible to achieve the company’s goal.

Jadi sangatlah logis jika seorang lulusan program studi manajemen bisa menjadi seorang manajer yang baik. Dapat memiliki hard skills yang bagus dan juga soft skills yang bagus.

Menurut saya, tidak mungkin seseorang bisa memiliki kualitas untuk menjadi seorang manajer yang baik jika dia hanya dengan membaca buku. Hanya tahu apa itu definisi manajemen, apa itu definisi manajer, apa saja tugas-tugas seorang manajer. Tidak mungkin seseorang bisa menjadi manajer yang baik, yang bisa mendelegasikan tugas ke anak buahnya dengan baik, membuat sebuah planning yang baik, melakukan controlling yang baik, tanpa dia latihan betul-betul mengalaminya lebih dahulu.

Logikanya, menurut saya, sama saja dengan ingin belajar naik sepeda hanya dengan membaca buku. Atau berusaha mengajarkan berenang hanya dengan menunjukkan video tutorial cara berenang yang baik.

Dengan mempersiapkan MENEFESTO, seluruh mahasiswa akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok. Divisi acara, logistik, dana usaha, dekorasi, dan lain sebagainya. Masih ingat dengan 5 top skills yang dibutuhkan pada 2020 tadi? Complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, dan coordinating with others. Bisa dikatakan hampir semua kemampuan tersebut akan dilatih saat seorang mahasiswa ambil bagian dalam kepanitiaan MENEFESTO.

Bayangkan betapa banyaknya koordinasi yang harus dilakukan agar acara berjalan dengan lancar. Betapa banyaknya ide kreatif yang harus dimunculkan, latihan pendelegasian tugas, konflik yang harus diatasi, planning yang harus dilakukan.

Kami harap proses mempersiapkan MENEFESTO dapat menjadi sebuah proses pembelajaran yang berbeda, yang sangat berguna, dan sekaligus menyenangkan bagi mahasiswa dalam menjawab tantangan global dunia kerja di masa yang akan datang.

 

X