SOCIAL ENTERPRISE for ECONOMIC DEVELOPMENT UNPAR 2016

Social Enterprise for Economic Development (SEED) adalah program lintas-budaya yang memanfaatkan kewirausahaan sosial sebagai sarana menuju kemajuan ekonomi, yang memberikan kesempatan secara terstruktur bagi mahasiswa di seluruh dunia untuk bersatu, berinteraksi, dan melaksanakan penelitian langsung (on-site) sebagai dasar untuk mengembangkan business plan yang tepat.

Sejak tahun 2015, pembahasan mengenai AFTA dan MEA sering didengar di Indonesia sebagai peluang sekaligus tantangan  yang harus dihadapi Indonesia. ASEAN Free Trade Area (AFTA) adalah kesepakatan yang dibuat oleh negara-negara ASEAN untuk melahirkan kawasan bebas perdagangan diantara para negara-negara ASEAN. Tujuan dari AFTA adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan bisnis ASEAN sehingga negara-negara ASEAN bisa menjadi basis produksi dunia.

Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang harus dipersiapkan untuk menghadapi era MEA karena mereka adalah calon pekerja yang harus siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar Indonesia di era MEA tersebut. Dan salah satu tantangan dari MEA yang cukup berat adalah masalah cross-cultural yang akan berdampak pada kerjasama tim maupun pada aspek lainnya dalam organisasi

UNPAR memiliki Visi Menjadi komunitas akademik humanum yang mengembangkan potensi lokal hingga ke tataran global demi peningkatan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan” dan SEED merupakan program  yang sangat sesuai dengan VISI UNPAR karena SEED merupakan program pendidikan transformatif melalui eksposur antar budaya yang memiliki output yang bermanfaat bagi masyarakat.

Social Enterprise for Economic Development (SEED) diselenggarakan oleh UNPAR bekerjasama dengan Asean Learning Network untuk pertama kalinya pada tahun 2016 ini dan akan menjadi program rutin UNPAR di tahun-tahun mendatang.

Program SEED UNPAR 2016 ini diikuti oleh 22 peserta yang mewakili UNPAR, University Malaysia Kelantan, Thaksin University (Thailand) dan Prince of Songkhla University (Thailand).

Para peserta datang ke Bandung pada tanggal 18 Juli 2016 dan langsung dijemput oleh tim fasilitator SEED 2016. Pada tanggal 19 Juli 2016, peserta mengikuti acara pembukaan SEED di kampus UNPAR dan dijelaskan mengenai Metode Penelitian yang menjadi acuan dalam program SEED kali ini. Selain itu, di acara pembukaan, para peserta langsung berinteraksi dan berkomunikasi dengan peserta lain dalam kelompok sebelum mereka leave-in di desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey di Kota Bandung.

Tanggal 20 Juli 2016. peserta berangkat ke Desa Rawabogo untuk melakukan penelitian, menggali potensi ekonomi di Desa Rawabogo secara langsung dalam kelompok yang sudah diatur oleh fasilitator. Dengan tantangan budaya, bahasa dan gaya kerja yang berbeda, mereka berusaha keras untuk mencapai tujuan yang sama.

Peserta didampingi oleh fasilitator yang bertugas untuk membantu peserta merasakan pengalaman lintas budaya di luar kampus yang memberikan ruang kreatif untuk mengembangkan peluang bisnis, strategi marketing dan kondisi perekonomian yang sesuai dengan potensi desa tersebut. Peserta juga akan mendapat manfaat penting lainnya yaitu berperan aktif dalam memajukan pendidikan transformatif melalui eksposur antar budaya.

Di akhir program ini, peserta akan mempresentasikan hasil penelitian mereka selama di desa dalam bentuk usulan kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kepada para pimpinan desa dan mereka akan dinilai dengan menggunakan kerangka kerja SEED dan sejumlah kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja dalam era MEA.

Di akhir program ini, peserta akan mempresentasikan hasil penelitian mereka selama di desa dan memberikan usulan kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kepada para pimpinan desa, sesuai dengan kerangka kerja SEED yang telah mereka pahami

X