Workshop 2019

Workshop 2019 ini dilaksanakan pada hari Selasa, 19 November 2019 di Operation Room Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Katolik Parahyangan Jalan Ciumbuleuit No. 94, Bandung. Peserta yang mengikuti acara ini terdiri dari beberapa angkatan yaitu, 2017, 2018, dan 2019. Acara ini dimulai dengan berkumpulnya panitia di Gedung Rektorat. Kemudian, panitia melakukan briefing akbar. Setelah briefing selesai, panitia stand by di spot masing-masing. Selagi panitia stand by di spot masing-masing, Divisi Logistik memastikan ketersediaan barang-barang yang diperlukan untuk kegiatan Workshop. Registrasi untuk peserta pun dibuka dan meja registrasi dijaga oleh Divisi Publikasi dan Dokumentasi. Setelah peserta melakukan registrasi, panitia memberikan snack.

Acara dibuka oleh dua MC, yaitu Kristi dan Nadyn dari angkatan 2018. Mereka menjelaskan tema dan gambaran garis besar terkait program kerja Workshop kali ini. Wulan Apsari selaku ketua pelaksana program kerja Workshop 2019 memberikan kata sambutan dan dilanjutkan oleh Jason Signori selaku ketua HMPSM. Tidak hanya sampai disitu, penyampaian kata sambutan pun tetap dilanjutkan oleh Ketua Program Sarjana Manajemen, Ibu Istiharini. Setelah pemberian kata sambutan, MC memperkenalkan pemateri dan influencer serta memberikan penjelasan background masing-masing narasumber secara garis besar.
Acara dilanjutkan dengan mulainya sesi 1, yaitu kegiatan Workshop yang diberikan oleh pemateri yaitu David Setiadi dan timnya dari PT Artha Loka Talenta. Sesi 1 dibuka oleh Ibu Gladys selaku anggota tim PT Artha Loka. Ibu Gladys mengajarkan salam dan yel-yel kepada peserta agar terdapat energi positif dalam ruangan tersebut dan seluruh panitia dan peserta menjadi lebih bersemangat. Sesi 1 dibuka dengan pemutaran video profile Bapak David Setiadi. Setelah video selesai, Bapak David memberikan salam pembuka dan memberikan mini game dengan melibatkan peserta. Mini game tersebut dilakukan dengan pengumpulan enam buah barang dan peserta tersebut harus memilih satu barang. Sambil peserta memilih barang, Bapak David menggambarkan barang yang akan dipilih di atas kertas. Pada akhirnya, peserta tersebut memilih barang yaitu casing handphone dan saat kertas dibuka, terdapat gambar casing handphone yang sudah digambar oleh Bapak David sebelumnya. Dari mini game ini, Bapak David menjelaskan bahwa seseorang dapat terpengaruh oleh orang lain, begitupun sebaliknya, yaitu kita dapat mempengaruhi orang lain.
Bapak David pun memberikan game semacam ular tangga. Di dalam peta ular tangga tersebut terdapat berbagai macam hewan laut yang memiliki bobot masing-masing. Game ini mengandung pesan bahwa peserta harus bisa membuat keputusan dengan cepat dan tepat, juga berani mengambil resiko. Selanjutnya, sesi 1 dilanjutkan oleh Ibu Gladys. Ibu Gladys memberikan teori tentang berpikir kritis, memberikan tahapan yang harus dilakukan dalam berpikir kritis. Peserta membentuk kelompok yang berjumlah 4-5 orang untuk menyelesaikan studi kasus dengan melakukan lima tahap berpikir kritis.
Setelah sesi 1 selesai, peserta diberi waktu istirahat selama 15 menit. Sementara itu, panitia membersihkan sampah-sampah bekas kemasan snack dan peralatan yang dibutuhkan saat sesi 1. Sesi 2 dimulai dengan pembukaan oleh MC dan mempersilahkan pengisi talk show, Iyas Lawrence dan Farid Rahman, untuk memasuki ruangan. Talk show ini berisi tentang perjalanan podcast dan kehidupan Iyas di dalam Maknatalks. Selain itu, Iyas menjelaskan bagaimana cara beradaptasi dengan orang yang berbeda-beda setiap kali ia melakukan podcast, bagaimana cara merespon tiap narasumber yang memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Tak hanya itu, Iyas menjelaskan cara mengimplementasikan kemampuan berpikir kritis untuk menggali setiap narasumber yang ada.