Mulai Berinvestasi di Usia Muda

Apakah baru bisa berinvestasi kalau sudah kaya? Atau apakah baru bisa berinvestasi kalau nanti sudah tua? Jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah tidak. Investasi dana bisa dilakukan oleh orang dengan tingkat finansial apapun. Dan investasi justru sebaiknya dimulai dari usia muda, tanpa harus menunggu tua.

Dua hal itu menjadi point penting dalam kuliah umum berjudul “Maksimalkan Investasimu di BukaReksa” yang digelar pada Jumat (26/10) di Aula Lantai 8 Gedung 9 Fakultas Ekonomi UNPAR. Kuliah umum ini adalah bagian dari roadshow yang merupakan kolaborasi antara Bukalapak dan Bareksa. Program Studi Sarjana Manajemen UNPAR bertindak sebagai tuan rumah.

Tiga pembicara yang hadir dalam kuliah umum ini adalah Tejasari Assad (financial planner), Adam Nugroho (Business Development Bareksa), dan Hafizh Asri (Investment Solutions Manager Bukalapak). Tejasari Assad sebagai pembicara pertama menjelaskan tentang pentingnya investasi bagi anak muda dan jenis-jenis investasi yang bisa dilakukan. Setelahnya, Adam Nugroho mempresentasikan apa itu Bareksa dan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan jika seseorang akan berinvestasi di reksa dana. Bareksa sendiri adalah platform untuk melakukan jual-beli reksa dana, juga memberikan layanan data, informasi, dan alat investasi reksa dana, saham, obligasi, dan lainnya, untuk memudahkan masyarakat berinvestasi.

Hafizh Asri dari Bukalapak mendapat giliran terakhir presentasi. Dalam presentasinya, ia menjelaskan tentang BukaReksa yang merupakan salah satu layanan produk reksa dana dari e-commerce Bukalapak. Ia mendorong anak-anak muda saat ini untuk mulai berinvestasi. Dengan minimum investasi mulai dari Rp 10.000, seseorang sudah bisa berinvestasi di BukaReksa. Ia pun menambahkan bahwa produk ini aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, serta cepat dan mudah karena bisa diakses melalui aplikasi Bukalapak di telepon genggam.

Investasi di reksa dana pasar uang dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang sangat menguntungkan karena nilai imbal hasil yang stabil dengan risiko paling rendah. Karenanya, tidak ada salahnya anak-anak muda mulai berpikir untuk berinvestasi tanpa menunggu tua atau kaya.

Berita Terkini

Latest News

ICOI 2025 Sukses Digelar di Bali, Himpun 180 Pakar dari 10 Negara, Mahasiswa Doktor Ekonomi UNPAR Raih Penghargaan Best Papers

Bali – Konferensi Internasional ke-16 Organizational Innovation (ICOI) tahun 2025 sukses berlangsung pada 15–17 Juli di Universitas Dhyana Pura, Bali. Ajang bergengsi ini mempertemukan lebih dari 180 akademisi, peneliti, dan praktisi dari sedikitnya...

Kolaborasi Ilmiah dan Inovasi Strategis di IMA International Conference 2024: Mahasiswa UNPAR Berkontribusi dalam Forum Bisnis dan Akademik Bertaraf Internasional

Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), yaitu Sri Dharwiyanti dari Program Doktor Ekonomi, serta Patrick Pebrian Pratama dan Samuel dari Program Magister Manajemen, telah menjadi representasi UNPAR dalam forum ilmiah bertaraf...

Mahasiswa Magister Manajemen Berkontribusi pada International Conference, Global Network Week: “Digital Transformation for Sustainability: Crafting a Digital Strategy to Create a Sustainable Business”

Sebagai bagian dari komitmen Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dalam membentuk pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan global, dua mahasiswa Program Studi Magister Manajemen, Angelina Cindy Setiawan (kanan) dan Patrick Pebrian Pratama (kiri), telah...

Bangga! Juara 1 Musi Business Case Competition

(dari kiri ke kanan, Friska Dewi Anjani, Fery Manggala Riyanto, Veronica Irene Halim) Manajemen UNPAR dengan bangga mengucapkan selamat kepada tim hebat yang berhasil meraih Juara 1 dalam Musi Business Competition (MBicom): Prestasi gemilang ini diraih dalam...

Akreditasi

Accreditation